Gratis berlangganan artikel info-bengkulu via mail, join sekarang!
Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Kota Bengkulu Photo Bengkulu Sejarah Bengkulu Nama Bengkulu Sejarah Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu
Showing posts with label Bengkulu. Show all posts
Showing posts with label Bengkulu. Show all posts

Thursday | 2:22 PM | 2 Comments

Sejarah Nama Bengkulu | Provinsi Bengkulu

Asal Nama Bengkulu
Bemacam-macam versi yang dapat kita temukan mengenai asal muasal nama Bengkulu. Ada yang mengambil dari cerita dan legenda, dan adapula yang mengambilnya lewat kronologis waktu.


BANGKAHULU.

Konon orang yang pertama-tama menghuni Bengkulu ialah Nantu Kesumo dan kawan-kawannya. Ia datang dari Demak di pulau Jawa. Ia memasuki daerah Bengkulu lewat pantai (pasar Bengkulu sekarang). Di tanah yang baru ini, Nantu Kesumo dan kawan-kawannya menghadapi tantangan yang sangat berat. Tanah Bengkulu masih merupakan hutan belantara. Binatang-binatang buas dan liar masih hidup dengan bebas namun Nantu Kesumo mempunyai kesaktian dan ilmu yang tinggi. Ia tidak takut pada binatang-binatang buas itu.

Konon pada waktu Nantu Kesumo dan kawan-kawannya sedang membuka hutan untuk membangun kampung, mereka bertemu dengan ular yang sangat besar. Ular itu dapat mereka bunuh. Badan ular yang panjang itu dipotong menjaditiga bagian sama panjang. Ketiga bagian tubuh ular itu masing-masing menjelma menjadi meriam sapu ranjau, tombak bejabai, dan tabu berantai. Untuk memperingati kisah ini, tiap-tiap mengadakan pesta perkawinan dengan memotong kerbau mesti ada tombak berambu payung kering.

Kampung yang dibangun pertama kali itu bernama Tanah Tinggi. Suatu hari penduduk kampung Tanah Tinggi itu melihat batang bangka hanyut ke hulu. Batang bangka itu sebangsa pohon pinang. Pohon bangka itu sangat aneh, bentuknya melingkar lingkar, mulai dari pangkal sampai ke ujungnya. Keanehan pohon ini mengundang penduduk Tanah Tinggi untuk menyaksikannya.

Dari kejadian inilah penduduk Tanah Tinggi menamakan tanah kediaman mereka dengan Bangka Hulu, yang berasal dari kata bangka (pinang) dan hulu (ulu sungai). Sejak saat itulah nama Bengkulu dipakai orang.
Alkisah diceritakan bahwa Nantu Kesumo datang ke Bengkulu dalam keadaan bujangan. Ia datang bersama saudaranya bernama Kayu Mentiring. Kepada saudaranya inilah dia meminta nasehat dan pertimbangan. Sebagai manusia biasa yang normal, Nantu Kesumo tidak tahan hidup membujang terus.

Akan tetapi dia tidak mau kawin dengan wanita biasa. Wanita yang menjadi idamannya adalah Ratu Aceh. Kecantikan Ratu Aceh sudah terkenal ke mana-mana, karena itulah Nantu Kesumo bermaksud menjadikannya sebagai istri. Ia akan pergi ke Negeri Aceh untuk melamar.
Sebelum berangkat ke negeri Aceh ia mengutarakan niatnya itu kepada Kayu Mentiring, "Saudaraku Kayu Mentiring, saya berniat pergi ke negeri Aceh, dengan maksud untuk melamar Ratu Aceh. Doakanlah agar maksud saya berhasil", kata Nantu Kesumo.

"Ingat Nantu Kesumo anatara kita dan negeri Aceh selalu bermusuhan, lamaranmu mustahil diterima", kata Kayu Mentiring. Niat Nantu Kesumo untuk memperistri Ratu Aceh sudah nekat, oleh karena itu saudaranya terpaksa menyetujui seraya katanya, "Kalau demikian maumu, saya akan membantumu. Apapun yang terjadi kita hadapi bersama". Alkisah, berangkatlah Nantu Kesumo seorang diri dengan perahu yang bernama Rejung Kelam.

Setelah kurang lebih sebulan berlayar sampailah ia ke tepi pantai tempat pemandian Raja Aceh. tempat ini selalu dijaga oleh hulubalang Raja, dengan senjata meriam yang diarahkan ke laut untuk menembak musuh.
Perahu Nantu Kesumo dapat dilihat oleh Hulubalang Raja, penjaga pemandian. Mereka menembakkan meriam kearah perahu Nantu Kesumo. Tak satupun peluru meriam mengenai Nantu Kesumo. Ia tidak tembus oleh peluru. Penjaga pemandian lari ketakutan. Nantu Kesumo pun mendarat dan masuk ke negeri Kerajaan Aceh.

Alkisah pada waktu itu kerajaan Aceh sedang merayakan pertunangan Ratu Aceh. Salah satu acaranya adalah mengadakan gelanggang pertaruhan selama tiga bulan. Barang siapa yang akan mengikuti pertaruhan harus minta izin kepada kakak Putri Aceh bernama Raden Cili. Sesudah mendapat izin, calon peserta harus menyerahkan dua peti uang kepada Putri Aceh. Satu peti berbentuk panjang, satu lagi berbentuk pendek. Nantu Kesumo menggunakan kesempatan ini untuk bertemu muka dengan idaman hatinya Ratu Aceh.

Ia izinkan mengikuti pertaruhan. Ia pun menyerahkan dua peti uang kepada Putri Aceh. Pasa saat itulah ia bertemu muka dengan Putri Aceh, untuk pertama kalinya yang membuat keduanya saling jatuh cinta. Hubungan cinta ini tidak disetujui Raden Cili.
Nantu Kesumopun masuk ke gelanggang pertaruhan. Ia mengikuti pertaruhan permainan Gelincing Jae, yaitu sebuah permainan yang mempergunakan uang sen sebanyak dua keping yang diempaskan diatas batu. dalam permainan ini Nantu Kesumo kalah meraub, menang meraub.

Terjadilah keributan di tengah gelanggang. Permainan Gemincing Jae dihentikan, digantikan dengan pertaruhan menyabung ayam. Ayam Nantu Kesumo selalu menang, tak pernah sekalipun mengalami kekalahan. Hal ini dilaporkan panitia pertaruhan ke Raden Cili. Ia memerintahkan prajurit kerajaan menangkap Nantu Kesumo. Hal ini diketahui oleh Nantu Kesumo, iapun membuat keributan dengan memukul canang dari tempurung. Bunyi tempurung itu sebagai tanda naiknya harga beras. Tanda ini menimbulkan kemarahan kepada peserta pertaruhan yang kalah. Jumlah yang kalah sangat besar. Terjadilah keributan besar yang hebat. Banyak korban berjatuhan.

Sementara itu keributan di Aceh berlangsung terus, Nantu Kesumo terluka di lambung tunggai, dan luka luka di ujung kuku (mungkin maksudnya tidak seberapa). Raden Cili dan pasukan tentaranya tidak dapat menangkap Nantu Kesumo.
Raden Cili dan tentaranya berusaha menghentikan keributan dan kekacauan itu. Dalam keadaan kacau itu Nantu Kesumo memanfaatkan kesempatan yang baik itu untuk menenui Ratu Aceh untuk membawanya lari ke Bengkulu.

Dibawalah Ratu Aceh ke luar istana kerajaan. Pada malam harinya mereka menuju pantai untuk selanjutnya berlayar menuju Bengkulu. Perahu yang digunakan adalah tetap perahu Rejung Kelam. Kedua insan itu pura pura gembira dan bahagia. Nantu Kesumo gembira karena maksudnya tercapai, membawa pulang Ratu Aceh. Sedang Ratu Aceh gembira karena ia dapat bebas dari kungkungan adat kerajaan, bebas menikmati keindahan alam.
Setelah kurang lebih satu bulan berlayar sampailah mereka ke tanah harapan yaitu Bengkulu. Kedatangannya disambut dengan kegembiraan oleh saudaranya Kayu Mentiring dan semua penduduk di desanya. Upacara pernikahanpun diadakan dengan sederhana.

Sementara itu di Negeri Aceh setelah keributan dan kekacauan dapat diatasi, Raja marah kepada Raden Cili dan semua pasukannya. Raja memerintahkan kepada Raden Cili memimpin pasukan untuk menyerang Bengkulu dan mengambil Ratu Aceh. Pasukan disiapkan dengan perlengkapan dan persenjataan yang cukup dan lengkap, serta persediaan makanan yang banyak.
Nantu Kesumo sudah menduga bahwa Raja Aceh pasti akan menyusul putrinya. Karena itu sebelum mereka datang ke Bengkulu, ia dan saudaranya Kayu Mentiring memerintahkan kepada semua penduduk untuk siap-siaga menghadapi segala kemungkinan akibat serangan pasukan Raja Aceh. Benteng-benteng dibangun dan persenjataan dilengkapi, persediaan makananpun diperbanyak.

Alkisah maka datanglah pasukan Raja Aceh yang dipimpin oleh Raden Cili sendiri. Pertempuran pun terjadi antara kedua pasukan itu. Tempat terjadinya pertempuran di suatu tempat yang sekarang bernama Bukit Aceh, terletak di bagian utara kotamadya Bengkulu.
Pasukan Aceh banyak yang tewas dalam pertempuran. Mayat-mayatnya tidak sempat dikuburkan, hingga menimbulkan bau yang sangat busuk. Pasukan Nantu Kesumo tidak tahan jika terus-menerus tercium bau yang sangat busuk itu. Merekapun minta ke Nantu Kesumo untuk menjauhi tempat itu. Nantu Kesumo menyetujui dan tempat yang dipilih adalah Gunung Bungkuk. Menurut cerita orang di Gunung Bungkuk masih terdapat perahu Rejung Kelam yang sudah membatu.

Tidak lama setelah pindah sementara ke Gunung Bungkuk, Kayu Mentiring meninggal dunia. Ia meninggalkan seorang anak yang bernama Bintang Roano, konon menurut cerita Bintang Roano meninggal di Bengkulu dan jenazahnya dimakamkan di daerah yang sekarang bernama Pasar Anggut. Sedangkan Nantu Kesumo sempat kembali lagi ke tempat semula, yaitu Bengkulu, setelah bau mayat hilang. Nantu Kesumo dan Ratu Aceh hidup rukun dan bahagia, tetapi sayang tidak mempunyai anak.

Diceritakan kembali Oleh Tun Jang di dalam artikelnya Asal Usul Nama Bengkulu
Source: Data proyek pencatatan kebudayaan daerah 1980
Lanjut membaca “Sejarah Nama Bengkulu | Provinsi Bengkulu”  »»

Saturday | 2:51 PM | 0 Comments

Monumen Thomas Parr | Kuburan Bulek (bulat)


 Monumen Thomas Parr

Monumen ini dikenal rakyat Bengkulu dengan sebutan Kuburan Bulek (bulat) karena bentuk monumen tersebut yang berbentuk bulat. Disinilah dikubur seorang penguasa Inggris Residen Thomas Parr. Ia seorang penguasa yang kejam. Sejak ia berkuasa tahun 1805, ia memaksa rakyat menanam komoditi yang laku di pasaran dunia. Sejauh 1 km dari kawasan ini juga terdapat komplek pemakaman warga eropa terutama Inggris. Taman pemakaman ini menjadi obyek wisata sejarah dan nostalgia terutama bagi warga negara Inggris yang berkunjung.

*Wisata Bengkulu
Lanjut membaca “Monumen Thomas Parr | Kuburan Bulek (bulat)”  »»

Rumah Pengasingan Bung Karno | Pariwisata Bengkulu

Salah satu tempat pengasingan Soekarno berada di Kota Bengkulu
Selama pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian adalah pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough. Rumah yang berada pada koordinat 0,3o 47l 85,1ll Lintang Selatan dan 102o15l 41,7ll  Bujur Timur ini berada di ketinggian 64 m di atas permukaan laut.
Rumah yang dibangun pada awal abad ke-20 ini berbentuk empat persegi panjang. Bangunan ini tidak berkaki dan dindingnya polos. Pintu masuk utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m.
Dulu luas keseluruhan rumah ini mencapai 4 hektar. Selain rumah utama, ada beberapa bangunan lain. Dengan berjalannya waktu, oleh Pemerintah Propinsi Bengkulu lahan yang ada kemudian dibagi-bagi untuk rumah penduduk dan sebagian untuk gedung instansi pemerintah daerah setempat.
Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga tersebut cukup rapi dan teratur.
Di teras, selain meja dan kursi, ada dua lemari kecil, satu untuk menyimpan berbagai jenis suvenir dan satu lagi menjadi tempat menyimpan makanan khas Bengkulu dan berbagai jenis kue lainnya. Bergeser sedikit ke dalam rumah, pengunjung dapat menjumpai sepasang kursi tua. Di sisi kanan terdapat tiga buah kamar dan di sisi kiri terdapat dua kamar tidur. Di dalam kamar tidur terdapat ranjang besi yang merupakan tempat tidur Bung Karno saat ia menghuni rumah ini. Di dalam satu dari tiga kamar lainnya, yang terletak di bagian depan, terpajang duplikat sepeda tua, kendaraan yang biasa dipakai Bung Karno untuk bepergian ketika itu.
Di kamar paling tengah ditempatkan sebuah lemari gandeng berukuran 2 x 1,5 meter, tempat buku koleksi Bung Karno dipajang. Sebuah lemari pakaian menyimpan pakaian serta beberapa benda bekas pemain sandiwara ketika itu, seperti kebaya dan payung tua terbuat dari kertas. Semuanya telah tampak usang dan pudar warnanya.
Kamar terakhir, pada bagian belakang, tampak kosong, tapi pada setiap bagian dinding terpajang bingkai-bingkai foto berukuran besar; tampak foto-foto Bung Karno beserta Ibu Inggit dan keluarga serta kerabatnya yang lain, termasuk foto Fatmawati yang ketika itu baru beranjak dewasa.
Pada bagian belakang rumah terdapat beranda dengan sepasang kursi santai. Pada bagian kanan terdapat bangunan memanjang ke belakang, terdiri atas lima petak, di antaranya merupakan kamar kecil atau kamar mandi, sedangkan yang lainnya berfungsi sebagai gudang dan dapur.
Namun, koleksi peninggalan yang sebenarnya paling berharga di dalam rumah ini adalah buku-buku Bung Karno yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Deretan buku-buku tebal tersebut meliputi pelbagai jenis, seperti karya sastra klasik, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, hingga Alkitab Pemuda Katolik. Sayang sekali, buku-buku yang sebagian besar berbahasa Belanda itu sudah dalam keadaan rapuh dan hancur termakan usia. Jika diprosentasikan, sekitar 60 persen dari semua buku yang ada di Rumah Pengasingan Bung Karno ini rusak parah.
Sampul buku sebagian besar berlubang atau hancur. Warna buku pun sudah memudar dan rapuh. Tidak ada alat pengatur suhu atau sarana penjaga keawetan buku, seperti layaknya sebuah museum.
Selain buku koleksi Bung Karno, puluhan seragam kelompok Tonil Monte Carlo juga disimpan di rumah ini. Sungguh disayangkan, di dalam lemari penyimpanan ini juga tidak dilengkapi dengan pengatur suhu dan cahaya untuk mencegah kerusakan akibat pelapukan dan berbagai faktor lain.


* Bengkulukota.go.id
Lanjut membaca “Rumah Pengasingan Bung Karno | Pariwisata Bengkulu”  »»

Pusat Latihan Gajah Seblat (PLG) | Objek Wisata Bengkulu

Klik Photo untuk gambar Full
Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat merupakan lokasi yang digunakan untuk melatih dan membantu proses perkembangbiakan gajah-gajah liar sumatra (elephas maximus sumatrensis) yang terdapat di Propinsi Bengkulu. Tempat yang menjadi salah satu tujuan wisata di Propinsi Bengkulu ini berdiri pada bulan Oktober 1992 melalui SK Menhut No. 658/Kpts-ll/1995 tanggal 8 Desember 1995, memiliki luas sekitar 6800 hektar, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Selain sebagai kawasan konservasi bagi sekitar 200 ekor gajah liar sumatra, PLG Seblat juga merupakan habitat bagi beberapa flora dan fauna langka khas Pulau Sumatra. B. Keistimewaan
Di kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat pengunjung akan disuguhi dengan berbagai jenis atraksi gajah yang cukup memukau. Di tangan para pelatih yang sudah berpengalaman, gajah-gajah yang tadinya liar disulap menjadi hewan jinak dan cerdas yang sanggup memahami instruksi manusia. Bagi pengunjung yang baru pertama kali menyambangi kawasan ini, pasti akan terkagum-kagum melihat gajah-gajah tersebut mampu melakukan atraksi-atraksi seperti menggendong manusia, berdisko, mengalungkan bunga, membawa bendera, menebak angka/huruf, bermain sepak bola, berbaris, gajah pacaran (gajah jantan membawa payung dan gajah betina memeluknya), dan lain-lain.

Belum hilang perasaan kagum atas atraksi gajah-gajah di kawasan ini, pengunjung akan dibuat terkagum-kagum lagi ketika melihat keistimewaan lainnya dari kawasan konservasi ini. Sebab, di kawasan PLG Seblat juga terdapat flora dan fauna langka yang dilindungi oleh pemerintah. Selain bunga Rafflesia (rafflessia arnoldi), pengunjung akan menjumpai hewan-hewan langka seperti tapir, rusa, badak sumatra, harimau loreng sumatra, kucing emas, kambing hutan, berbagai jenis ular, siamang, simpai, kera ekor pendek, berbagai jenis burung (rangkong, beo, pergam), ayam hutan, elang, dan lain-lain. Konon, di kawasan ini juga beberapa kali ditemukan jejak manusia pendek, namun untuk memastikannya dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

* javatoursandtravel
Lanjut membaca “Pusat Latihan Gajah Seblat (PLG) | Objek Wisata Bengkulu”  »»

Pulau Enggano, Pulau Keliru | Pulau terluar

Pulau Enggano merupakan pulau terluar dan terisolasi di Samudra Hindia, 12 jam perjalan laut dari Pelabuhan Pulau Bai, Bengkulu. Enggano berarti “keliru” dalam bahasa Portugis. Pulau ini masuk peta sejak zaman Belanda dan pernah menjadi benteng pertahanan Jepang. “Keadaan pulau ini tak banyak berubah sejak sebelum kemerdekaan,” kata Alfared (75 tahun), penasehat Suku Kaitora, suku terbesar di Enggano.




* zamrud-khatulistiwa.or.id
Lanjut membaca “Pulau Enggano, Pulau Keliru | Pulau terluar”  »»

Status Pulau Enggano | Enggano Island

Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia dan berbatasan dengan negara India.Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Bengkulu Utara,provinsi Bengkulu. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan
Klik Di Photo untuk melihat ukuran Besar.
koordinat 5° 31′ 13″ LS, 102° 16′ 0″ BT.Penduduk asli dari pulau Enggano adalah suku Kauno yang mulai menempati tempat ini pada zaman Belanda (sekitar tahun 1934).

Selain suku Kauno, terdapat suku Banten, dan 4 jenis suku lainnya.Penduduk dari pulau dengan luas 40 hektare ini rata-rata hidup dari perkebunan coklat yang hasilnya dijual ke kota Bengkulu.Di pulau Enggano terdapat 5 buah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di desa Apoho, Banjar Sari, Ka'ana, Meok dan Kayaapu.












Lanjut membaca “Status Pulau Enggano | Enggano Island”  »»

Photo Bengkulu Diambil dari Satelit | BENGKULU PHOTO SATELLITE MEDIUM RESOLUTION (800 X 600, - 252KB)

Klik Bagian Photo Untuk Ukuran Besar

Sumber Photo :Google.com
Lanjut membaca “Photo Bengkulu Diambil dari Satelit | BENGKULU PHOTO SATELLITE MEDIUM RESOLUTION (800 X 600, - 252KB)”  »»

PETA BENGKULU | BENGKULU TOURISM MAP

Klik Peta Untuk Ukuran Besar


Sumber peta :.indonesia-tourism.com
Lanjut membaca “PETA BENGKULU | BENGKULU TOURISM MAP”  »»

Pantai Panjang

pantaipanjang.jpgPantai Panjang merupakan tempat rekreasi Obyek Wisata Alam  terletak 3 km dari pusat Kota Bengkulu dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan.,  ramai dikunjungi wisatawan baik Nusantara maupun Mancanegara. terbentang sepanjang lebih kurang 7 km  dan lebar 500 m dengan hamparan pasir putihnya yang  landai.



Keistimewaan pantai ini sepanjang pinggir pantai  ditumbuhi pohon cemara dan pinus  yang menambah kesejukan , sehingga para pengunjung yang datang dapat menyaksikan   panorama alam yaitu tenggelamnya matahari serta berjemur dan mandi dipagi atau sore hari dengan tiupan angin sepo-sepoi.  Fasilitas yang ada di sekitar kawasan objek wisata Pantai Panjang berupa hotel berbintang, Cottage, Restoran, Kolam Renang, Tempat bermain anak –anak dan tempat parkir yang lepas, Pos keamanan polisi dll. 

pantai_panjang3.jpgKetika menyambut malam Tahun Baru di kawasan objek wisata tersebut ramai dikunjungi masyarakat, wisatawan dan pendatang untuk mendirikan tenda-tenda disekitar pantai.

 

Sumber: indonesia.go.id
Lanjut membaca “Pantai Panjang”  »»

Sejarah Kota Bengkulu | Bengkulu Kota

Provinsi Bengkulu mempunyai arti sejarah untuk negeri ini. Salah satunya rumah pengasingan Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno di tengah kota Bengkulu
Pada pertengahan abad ke-13 sampai dengan abad ke-16 di daerah Bengkulu terdapat 2 (dua) kerajaan yaitu : Kerajaan Sungai Serut dan Kerajaan Selebar. Pada tahun 1685 Inggris masuk ke Bengkulu dan menjajah Bengkulu selama kurang lebih 139 tahun (1685-1824). Sejak 1824-1942 daerah Bengkulu sepenuhnya berada dibawah kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Belanda kalah dari Jepang pada tahun 1942 dimulailah masa penjajahan Jepang selama kurang lebih 3 (tiga) tahun.

Pada pertengahan abad ke-13 sampai dengan abad ke-16 di daerah Bengkulu terdapat 2 (dua) kerajaan yaitu : Kerajaan Sungai Serut dan Kerajaan Selebar. Pada tahun 1685 Inggris masuk ke Bengkulu dan menjajah Bengkulu selama kurang lebih 139 tahun (1685-1824). Sejak 1824-1942 daerah Bengkulu sepenuhnya berada dibawah kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Belanda kalah dari Jepang pada tahun 1942 dimulailah masa penjajahan Jepang selama kurang lebih 3 (tiga) tahun.

Setelah Indonesia merdeka Bengkulu ditetapkan sebagai kota kecil di bawah pemerintahan Sumatera Bagian Selatan dengan luas 17,6 KM2 berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1956 tentang Pembentukan Kota Kecil Bengkulu. Pada tahun 1957 kota kecil Bengkulu berubah menjadi Kotapraja berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957, yang meliputi 4 (empat) wilayah kedatukan dengan membawahi 28 Kepemangkuan, yaitu :

- Kedatukan Wilayah I terdiri dari 7 kepemangkuan
- Kedatukan Wilayah II terdiri dari 7 kepemangkuan
- Kedatukan Wilayah III terdiri dari 7 kepemangkuan
- Kedatukan Wilayah III terdiri dari 7 kepemangkuan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1957 jo Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Pembentukan Propinsi Bengkulu, menetapkan Kota Bengkulu sebagai Ibukota Provinsi Bengkulu. Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintah di Daerah, merubah sebutan Kotapraja menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu. Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu selanjutnya dibagi dalam 2 wilayah setingkat kecamatan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor : 821.27-039 tanggal 22 Januari 1981, yaitu :

- Wilayah Kecamatan Teluk Segara
- Wilayah Kecamatan Gading Cempaka

Dengan ditetapkannya Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 440/1981 dan Nomor 444/1981 dan dikuatkan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 141/1982 tanggal 1 Oktober 1982, menghapus wilayah Kedatukan dan Kepemangkuan menjadi kelurahan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41/1982 dalam wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu terbagi 2 (dua) Wilayah Kecamatan Definitif yang membawahi 38 kelurahan, yaitu :

- Kecamatan Teluk Segara membawahi 17 Kelurahan
- Kecamatan Gading Cempaka membawahi 21 kelurahan

Pada tahun 1986 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46/1986 tentang perubahan batas dan perluasan wilayah Kotamadya Dati II Bengkulu, luas wilayah Kotamadya Bengkulu berubah dari 17,6 KM2 menjadi 144,52 KM2 dan terdiri dari 4 wilayah kecamatan, 38 kelurahan serta 17 desa.
Lanjut membaca “Sejarah Kota Bengkulu | Bengkulu Kota”  »»

Peta Kota Bengkulu | Bengkulu Kota Maps

Klik Peta Untuk Ukuran Besar


Sumber fotho : bengkulukota.go.id
Lanjut membaca “Peta Kota Bengkulu | Bengkulu Kota Maps”  »»

Thursday | 5:28 PM | 0 Comments

Walhi Tolak Perkebunan Sawit di Bengkulu


TEMPO Interaktif, Bengkulu -Wahana Lingkungan Hidup Bengkulu menolak kerangka acuan analisa masalah dampak lingkungan (AMDAL) yang diajukan PT Desaria Plantation Mining di Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Kepala Departemen Kampanye dan Advokasi Walhi, Firmansyah mengatakan, sekitar 80 persen yang akan dibuka oleh perusahaan perkebunan sawit itu, adalah lahan produktif milik masyarakat. Lahan tersebut tersebar di delapan kecamatan yaitu Kaur Utara, Padang Guci Hilir, Tanjung Kemuning, Kelam Tengah, Lungkang Kule, Luas, Semidang Gumay dan Kecamatan Kinal.

Lanjut membaca “Walhi Tolak Perkebunan Sawit di Bengkulu”  »»

Benteng Marlborough (Bengkulu) Objek Wisata


Pengantar
Bengkulu adalah sebuah provinsi yang ada di Pulau Sumatera, Indonesia. Di masa lalu daerah ini pernah menjadi ajang persaingan dagang antara Inggris dan Belanda. Mereka berusaha untuk menguasai komoditi (lada) yang ada di sana. Tahun 1664 Belanda dengan VOC-nya mendirikan kantor pelelangan di sana. Tahun 1670 Sultan Banten mengeluarkan peraturan transaksi lada yang baru. Peraturan itu membuat pihak Belanda mengalami kerugian. Untuk itu, pada tahun yang (1670) Belanda meninggalkan Bengkulu. 
 
 
Lanjut membaca “Benteng Marlborough (Bengkulu) Objek Wisata”  »»

Investasi Bengkulu | Provins Bengkulu

Provinsi Bengkulu terletak di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan dengan luas wilayah mencapai 19.788,7 Km². Wilayah Provinsi Bengkulu memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung, di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, disebelah Selatan berbatasan samudera Indonesia dan Provinsi Lampung, sebelah barat berbatasan dengan samudera Indonesia dan sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan. Secara administratif, provinsi ini terdiri dari 8 (delapan) kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Muko-Muko, Lebong dan Kaphyang serta 1 (satu) kota, yaitu kota Bengkulu yang sekaligus merupakan ibu kota provinsi ini. Sampai dengan tahun 2005 jumlah penduduk di provinsi ini tercatat sebanyak 1.598.177 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 81 jiwa per km².
Lanjut membaca “Investasi Bengkulu | Provins Bengkulu”  »»

Provinsi Bengkulu | Bengkulu | Kota

Bahasa Belanda: Benkoelen atau Bengkulen, bahasa Inggris: Bencoolen, bahasa Malaysia: Bangkahulu) bagian barat daya pulau Sumatera adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung.
Lanjut membaca “Provinsi Bengkulu | Bengkulu | Kota”  »»

Related Posts with Thumbnails
 

Like Seputar Info Bengkulu in Facebook

Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Zoomtemplate.com | Published by Info-Bengkulu
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.