Gratis berlangganan artikel info-bengkulu via mail, join sekarang!
Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Kota Bengkulu Photo Bengkulu Sejarah Bengkulu Nama Bengkulu Sejarah Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu

Saturday | 8:45 PM | 0 Comments

Ke Bengkulu Ayo Berburu



BENGKULU, KOMPAS.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Bengkulu mempromosikan wisata berburu pada wisawatan baik lokal, domestik maupun mancanegara.
   
"Pada setiap kesempatan kita selalu mengundang wisatawan untuk datang ke Bengkulu guna menikmati berbagai obyek wisata yang ada, termasuk wisata berburu," kata Kepala Disbudpar Provinsi Bengkulu, Edi Nevian di Bengkulu, Rabu.
   
Di Provinsi Bengkulu, banyak hutan yang masih perawan dan cocok untuk lokasi berburu, di antaranya Taman Buru (TB) Semidang Bukit Kabu di Kabupaten Seluma, berjarak 20 km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu.
   
"Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus menyalurkan hobi berburu babi, bisa datang ke Taman Buru (TB) Semindang Bukit Kabu," katanya.
   
Selama ini TB Semindang Bukit Kabu sering dijadikan lokasi berburu babi oleh anggota Perbakin dari berbagai daerah, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sambil berburu mereka bisa menikmati keindahan alam yang memang masih sejuk.
   
Kawasan Semidang Bukit Kabu merupakan Taman Buru Nasional yang mempunyai luas sekitar 15.300 hektar yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian.
    
Di kawasan itu masih banyak terdapat satwa langka yang dilindungi, seperti harimau sumatera, rusa, menjangan, dan berbagai jenis hewan langka lainnya. Hewan-hewan itu tidak boleh diburu karena dilindungi.
   
Di hutan konservasi tersebut juga masih banyak babi hutan, hewan inilah yang diizinkan untuk diburu. Kawasan ini merupakan "surga" bagi pemburu untuk berburu babi, dan merupakan satu-satunya jenis hewan yang diizinkan untuk diburu dengan menggunakan senjata api atau berburu tradisional.
   
"Bagi mereka yang ingin berburu menggunakan senjata api dibolehkan, tapi harus ada izin terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan pengurus provinsi Perbakin Bengkulu," katanya.
Lanjut membaca “Ke Bengkulu Ayo Berburu”  »»

Investor Mengalir ke Bengkulu



BANAR FIL ARDHI
Pasar sebagai salah satu simbol roda ekonomi suatu daerah
BENGKULU, KOMPAS.com — Investor mulai berminat menanamkan modal di Kota Bengkulu untuk mengembangkan berbagai usaha di daerah ini, menyusul terus meningkatnya perekomian masyarakat setempat.
  
"Saya bersyukur sejak dua tahun belakangan mulai mengalir investor ke Kota Bengkulu. Ini membuktikan perekonomian masyarakat Kota Bengkulu terus meningkat sesuai yang diharapkan," kata Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi seusai peletakan batu pertama pembangunan sebuah hotel berbintang di daerah itu, Jumat (19/11/2010).
  
Ia mengatakan, jika perekonomian Kota Bengkulu tidak meningkat, mana ada investor yang akan menanamkan modal di daerah ini. "Mereka sebelum membuka usaha di Bengkulu tentunya sudah melakukan survei dan kajian terhadap daya beli masyarakat setempat."
  
Dari hasil survei tersebut diketahui pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu cukup bagus sehingga mereka tertarik mengembangkan usaha di Kota Bengkulu. Karena itu, dalam dua tahun terakhir investor yang masuk ke Kota Bengkulu terus meningkat. "Hal ini membawa angin segar bagi kemajuan Kota Bengkulu ke depan."
  
Pemerintah Kota Bengkulu akan memberikan berbagai kemudahan kepada setiap investor yang akan berinvestasi di daerah ini. Dengan kemudahan itu, para pengusaha dari luar Bengkulu semakin banyak yang masuk ke Bengkulu untuk membuka usahanya di daerah ini.
  
"Kalau investor banyak masuk ke Bengkulu, maka lapangan kerja tersedia semakin bertambah sehingga angka pengangguran di daerah ini terus menyusut sesuai  yang kita harapkan," ujarnya.
Lanjut membaca “Investor Mengalir ke Bengkulu”  »»

2.067 Kepingin Jadi PNS di Bengkulu

KOMPAS/LASTI KURNIA
Ilustrasi: Tes CPNS

BENGKULU, KOMPAS.com — Sebanyak 2.067 pelamar mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil formasi 2010 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Bengkulu.      Ketua pengadaan CPNS Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu Maruahal, Minggu (19/9/2010) di Bengkulu, mengatakan, awalnya jumlahnya 2.616 orang. Namun, setelah seleksi administrasi, hanya 2.067 pelamar yang lulus.      Dengan demikian, kata dia, seleksi penerimaan CPNS di Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu hanya diikuti 2.067 pelamar. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten/kota yang ada di daerah itu.      Sebanyak 549 pelamar yang gugur seleksi administrasi itu antara lain 100 pelamar berpendidikan S1, 14 pelamar diploma III (D3), 290 berpendidikan SLTA, dan sisanya tidak terdaftar di Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu.      Adapun 2.067 pelamar yang lulus seleksi tahap administrasi terdiri dari 1.683 pelamar berpendidikan SLTA, 341 berpendidikan S1, dan sebanyak 43 orang berpendidikan D3.      Maruahal mengatakan, banyaknya pelamar yang gugur seleksi administrasi antara lain terjadi karena mereka tidak terdaftar dalam database pusat serta tidak melampirkan fotokopi akta kelahiran/kenal lahir dan menggunakan surat kenal lahir dari bidan.      Selain itu, usia pelamar melampaui batas yang ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM, tidak melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), surat lamaran tidak dilengkapi meterai, dan tidak melengkapi berbagai syarat lain yang diminta panitia.
*kompas.com
Lanjut membaca “2.067 Kepingin Jadi PNS di Bengkulu”  »»

Kades Teken SKT, 200 KK Bemukim di Lahan TNKS

Keberanian warga merambah lahan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) di Selagan Raya dan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko disebabkan oleh adanya oknum kades yang nekat mengeluarkan SKT (Surat Keterangan Tanah). Selain itu juga disebabkan adanya cukong-cukong yang membeli kayu-kayu hasil jarahan warga serta membiaya penanaman sawit di kawasan yang semestinya dilindungi. Kondisi ini semakin diperparah dengan 'tutup matanya' Pemkab Mukomuko serta pihak keamanan terhadap aktivitas merusak lingkungan tersebut.
Salah satu kades yang nekat mengeluarkan SKT, berdasarkan pelacakan BE adalah Kades Penarik, Panhar--sebelum pemekaran membawahi Desa Sidomulyo yang berbatasan langsung dengan kawasan TNKS.
Saat dikonfirmasi BE, Panhar blak-blakan mengakui telah menandatangani SKT (Surat Keterangan Tanah). Bahkan ketika berapa banyak SKT yang dikeluarkannya, lelaki itu mengakui sudah tak terhitung lagi. Saya teken karena saya tak tahu lahan itu masuk HPT atau TNKS, begitu juga warga. Saya memperbolehkan dengan catatan hutan itu telah dibabat habis, akunya.
Untuk setiap SKT, Panhar mengakui mendapatkan imbalan bervariasi.
Antara Rp 100 sampai 250 ribu, akunya.
Jika anda tak tahu kenapa tak mengkoordinasikan status lahan itu dengan pihak kecamatan atau Pemkab MM?
Menurut Panhar, dia tak berpikir sejauh itu. Selama ini tak ada masalah dengan pembabatan hutan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan hasil pelacakan BE, SKT yang berhasil dikeluarkan Kades Penarik, Kecamatan Teras Terunjam bernomor SK No 71/002/SKT/PN/2006 atas nama Supriyadi (25 ) yang ditandatangani Panhar tanggal 14 Februari 2006. Selain itu atas nama Maman Suryana (40 ) warga Desa Penarik --tidak bernomor--, dengan luas 100 m x 200 m2. SKT Maman ditandatangani almarhum Syawal, Kades Penarik sebelum Panhar.
Di sisi lain, Panhar mengungkapkan Desa Sidomulyo pun juga menerbitkan SKT setelah berpisah dengan Penarik. Kades Sidomulyo juga,” tandasnya.
200 KK
Perambahan hutan lindung TNKS sudah tersistematis dan berlangsung lama. Kondisi ini dibuktikan fakta perambah telah menikmati panen kebun sawit di lahan TNKS.
Selain itu, kegiatan perusakan hutan pun dilakukan dengan fasilitas memadai. Sehingga perambah leluasa masuk ke kawasan hutan lindung dan mengolah lahan.
Berdasarkan catatan BE, setidaknya 200 KK --kebanyakan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Selagan Raya--, telah membuat pemukiman di kawasan tersebut. Selain itu dibangun pula jembatan permanen dan jalan sepanjang 4 km sehingga bisa dilewati kendaraan roda empat. Selain itu, warga juga membangun 2 masjid di antara pemukiman warga yang berjarak 100 – 500 meter.
“Perambahan dimulai 1994, tapi makin marak 2007 sampai 2008 ini. Apalagi jembatan Sungai Ketapang dan pengoralan jalan dibuat langsung Pemkab Mukomuko. APBD 2007 menganggarkan Rp 296 juta lebih membangun jalan. Dari 4 km pembukaan jalan, 2 km telah dikoral. Itu masuk dalam kawasan TNKS. Hasilnya? Pembukaan lahan baru makin meluas,” ungkap Barlian, aktivis Genesis (Generasi Sungai Ipuh dan Sekitarnya) yang intens memantau kondisi TNKS di Mukomuko sejak 2004 dan berafiliasi dengan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup).
Dijelaskan Barlian, perambahan hutan lindung ternyata tak hanya dilakukan warga desa setempat, pembukaan areal besar-besaran justru dilakukan dari luar Sidomulyo.
Antara lain Desa Penarik, Lubuk Mukti, Simpang KJS dan luar provinsi (Lampung dan Sumatera Barat). Perkiraan luas areal yang dirambah mencapai 20 hingga 40 ha. Bahkan seorang warga dari data yang dihimpun, mempunyai lahan sampai 100 hektar. Dengan demikian lahan yang dirambah mencapai 1500 hektar lebih. Posisi perambahan berada di register 67, tepatnya di pal batas TN (Taman Nasional) 390 sampai TN 420.
“Asumsi Rp 1500 hektar lebih itu cukup beralasan. Dari batas HPT (Hutan Tanaman Produksi) dengan TNKS masuk ke dalam 3, 5 km telah dibabat habis. Berganti dengan kebun kopi, karet dan sawit yang mendominasi. Belum lagi lahan yang siap tanam,’ tukas Barlian.
Aktivis Genesis tersebut mengungkapkan mereka tidak mempermasalahkan siapa yang menarik keuntungan pembukaan HPT atau hutan lindung sekalipun. Namun Pemkab Mukomuko, Balai Besar TNKS Sungai Ipuh dan aparat keamanan bertanggungjawab. Terkait fungsi pihak-pihak tersebut menegakkan peraturan perundangan perlindungan hutan. Pasalnya, disinyalir beberapa pejabat terlibat perambahan dengan memperkerjakan orang lain. Karena selain TNKS, perambahan HPT di beberapa tempat terus terjadi. Kenyataan ini kontras dengan pembangunan irigasi Air Manjunto Kanan yang ditargetkan 2008 selesai. Di mana hulu Sungai Manjunto dan sungai lain berada di TNKS. Jutaan penduduk, terutama petani bergantung pada pasokan air TNKS. Baik untuk minum, irigasi serta pengaturan iklim.
“Ini serius, nol besar jika kita membuat irigasi Air Manjunto tapi sumber air dibiarkan rusak. Tidak masalah siapa yang memanfaatkannya. Tapi ada aturan untuk pemanfaatan HPT diakomodir 2 hektar. Lantas harus seizin menteri kehutanan. Kalau lebih dari itu urus dulu HGU atau hak guna usaha. Ini yang dilangkahi, sampai perambahan TNKS pun semua tutup mata,” tukasnya prihatin. (be-on/BE)


*bengkulu-online.blogspot.com
Lanjut membaca “Kades Teken SKT, 200 KK Bemukim di Lahan TNKS”  »»

Related Posts with Thumbnails
 

Like Seputar Info Bengkulu in Facebook

Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Zoomtemplate.com | Published by Info-Bengkulu
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.